- Diposting oleh : MIS Al-Khoeriyah Babakanarden
- pada tanggal : April 24, 2026
MIS Al-Khoeriyah Babakanraden berdiri
di atas landasan perjuangan umat yang kokoh sejak tahun 1932. Lembaga ini
merupakan manifestasi dari visi besar KH. Abdul Manan beserta
para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan
generasi muda di wilayah Babakanraden. Berada di bawah naungan Yayasan Al-Manshuri’ah,
madrasah ini lahir dari sebuah kebutuhan mendesak akan adanya wadah pendidikan
Islam yang representatif bagi anak-anak di masa transisi usia 6 hingga 12
tahun.
Perjuangan di Tengah Masyarakat Petani
Latar
belakang pendirian madrasah ini tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat
Babakanraden yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Di tengah
kesibukan menggarap lahan dan keterbatasan ekonomi saat itu, muncul
keprihatinan kolektif bahwa pendidikan formal agama belum menjadi prioritas
utama bagi anak-anak usia sekolah dasar. Banyak anak-anak di usia tersebut yang
lebih banyak menghabiskan waktu di sawah tanpa mendapatkan fondasi spiritual
yang cukup.
Melihat
fenomena tersebut, KH. Abdul Manan bergerak merangkul para petani dan tokoh
masyarakat untuk membangun sebuah "benteng" moral. Beliau meyakini
bahwa anak-anak petani pun harus memiliki derajat yang tinggi melalui ilmu
agama. Pendidikan di madrasah ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran orang
tua akan lunturnya nilai-nilai islami di tengah kerasnya perjuangan hidup di
sektor pertanian.
Misi Pendidikan Sejak Usia Dini
Fokus utama
lembaga ini sejak awal adalah memberikan pembiasaan ibadah dan penanaman
akhlakul karimah kepada anak-anak usia 6-12 tahun. Masa ini dianggap sebagai
masa keemasan untuk menanamkan benih iman yang kuat agar kelak, apa pun profesi
yang mereka jalani—termasuk meneruskan jejak orang tua sebagai petani—mereka
tetap menjadi pribadi yang taat dan berintegritas.
Hingga saat ini, MIS Al-Khoeriyah Babakanraden terus
menjaga warisan nilai tersebut. Madrasah ini tetap berdiri kokoh di tengah
hamparan sawah sebagai simbol bahwa pendidikan dan pertanian adalah dua sektor
yang saling menghidupi; sawah memberi penghidupan fisik, sementara madrasah
memberi asupan nutrisi ruhani bagi masyarakat Babakanraden.