Skip to Content
Loading
Admin (Bunda Nely)
Admin (Bunda Nely)
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Sejarah dan Latar Belakang MIS Al-Khoeriyah Babakanraden

MIS Al-Khoeriyah Babakanraden berdiri di atas landasan perjuangan umat yang kokoh sejak tahun 1932. Lembaga ini merupakan manifestasi dari visi besar KH. Abdul Manan beserta para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan generasi muda di wilayah Babakanraden. Berada di bawah naungan Yayasan Al-Manshuri’ah, madrasah ini lahir dari sebuah kebutuhan mendesak akan adanya wadah pendidikan Islam yang representatif bagi anak-anak di masa transisi usia 6 hingga 12 tahun.


Perjuangan di Tengah Masyarakat Petani

Latar belakang pendirian madrasah ini tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat Babakanraden yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Di tengah kesibukan menggarap lahan dan keterbatasan ekonomi saat itu, muncul keprihatinan kolektif bahwa pendidikan formal agama belum menjadi prioritas utama bagi anak-anak usia sekolah dasar. Banyak anak-anak di usia tersebut yang lebih banyak menghabiskan waktu di sawah tanpa mendapatkan fondasi spiritual yang cukup.

Melihat fenomena tersebut, KH. Abdul Manan bergerak merangkul para petani dan tokoh masyarakat untuk membangun sebuah "benteng" moral. Beliau meyakini bahwa anak-anak petani pun harus memiliki derajat yang tinggi melalui ilmu agama. Pendidikan di madrasah ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran orang tua akan lunturnya nilai-nilai islami di tengah kerasnya perjuangan hidup di sektor pertanian.

Misi Pendidikan Sejak Usia Dini

Fokus utama lembaga ini sejak awal adalah memberikan pembiasaan ibadah dan penanaman akhlakul karimah kepada anak-anak usia 6-12 tahun. Masa ini dianggap sebagai masa keemasan untuk menanamkan benih iman yang kuat agar kelak, apa pun profesi yang mereka jalani—termasuk meneruskan jejak orang tua sebagai petani—mereka tetap menjadi pribadi yang taat dan berintegritas.


Hingga saat ini, MIS Al-Khoeriyah Babakanraden terus menjaga warisan nilai tersebut. Madrasah ini tetap berdiri kokoh di tengah hamparan sawah sebagai simbol bahwa pendidikan dan pertanian adalah dua sektor yang saling menghidupi; sawah memberi penghidupan fisik, sementara madrasah memberi asupan nutrisi ruhani bagi masyarakat Babakanraden.

 


Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?